Harga sayuran di Jepang melonjak sebanyak 65 persen dalam cengkeraman gelombang panas yang melelahkan, yang mendorong suhu pada hari Rabu (25/7) mencapai rekornya di beberapa daerah yang terkena banjir dan tanah longsor, menghambat upaya pembersihan dan pemulihan.

Sebanyak 65 orang tewas dalam seminggu hingga tanggal 22 Juli, naik dari 12 orang di minggu sebelumnya, menurut angka yang diumumkan pemerintah Jepang. Sementara itu, seorang tahanan berusia empat puluhan meninggal karena serangan panas di kota Miyoshi, di tengah apa yang disebut ahli medis sebagai gelombang panas yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Seorang pejabat kementerian pertanian di Tokyo, ibu kota, memperingatkan tentang “pergerakan harga yang sangat parah” untuk sayuran jika prediksi bahwa minggu-minggu suhu panas tetap berlanjut terbukti, mengakibatkan lebih sedikit hujan daripada biasanya.

“Bagaimana harga-harga akan bergerak ke depannya, bergantung pada cuaca,” kata pejabat itu. “Tetapi Badan Meteorologi Jepang telah memperkirakan bahwa suhu udara akan tetap panas selama beberapa minggu lagi, dan bahwa kita akan memiliki lebih sedikit hujan daripada rata-rata.”

Data terbaru menunjukkan harga grosir kubis adalah 129 yen ($ 1,16) per kilogram di Tokyo pada hari Senin, kata kementerian, misalnya, yang memperlihatkan peningkatan 65 persen di atas harga rata-rata akhir Juli dalam lima tahun terakhir.

Suhu di kota-kota barat Jepang Yamaguchi dan Akiotacho mencapai rekor tertinggi 38,8 Celcius (101,8 Fahrenheit) dan 38,6 C (101,5 F), masing-masing, pada Rabu sore. Di Takahashi, kota barat lainnya dan salah satu daerah yang terkena dampak paling parah oleh banjir bulan ini, suhu mencapai 38,7 C (101,7 F), hanya 0,3 derajat lebih rendah dari rekor tertinggi sepanjang waktunya.

Di Miyoshi, di mana seorang narapidana meninggal dunia setelah serangan panas, suhu di lantai selnya mencapai 34 derajat C (93 F) sesaat sebelum jam 7 pagi pada hari Selasa (24/7). Ruangan itu tidak ber-AC, seperti umumnya kamar di penjara tersebut.

Pihak berwenang yang menemukan narapidana tidak responsif di selnya mengirimnya ke rumah sakit di luar penjara, tetapi narapidana tersebut segera dinyatakan meninggal, kata seorang petugas penjara.

“Sangat disesalkan bahwa seorang narapidana kehilangan nyawanya,” Kiyoshi Kageyama, kepala penjara, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Kami akan melakukan yang terbaik dalam menjaga kesehatan (para tahanan), termasuk mengambil langkah-langkah pencegahan sengatan panas.”

Di pasar saham Tokyo, saham-saham di perusahaan-perusahaan yang diharapkan mendapat keuntungan dari musim panas yang panas ini, seperti pembuat es krim, telah meningkat dalam perdagangan baru-baru ini.

Saham Imuraya Group, yang anak perusahaannya menjual es krim vanilla dan kacang merah populer, naik hampir 10 persen pada bulan tersebut, sementara Ishigaki Foods, yang menjual teh barley, melonjak 50 persen selama periode yang sama.

Source : Japan Today

Source : japantoday.com