Dua hari penyelenggaraan Festival Indonesia yang berlangsung di Hibiya Tokyo Jepang, sedikitnya 80 bungkus kopi Toraja produk Puang Coffee laku terjual.

Puang Coffe membuka stand di Taman Hibiya selama berlangsungnya festival Indonesia di Hibiya Tokyo sejak Sabtu (28/7/2018) hingga Minggu (29/7/2018).

“Sampai sekarang sekitar 80 bungkus sudah terjual mas, ya Alhamdullillah warga Jepang banyak yang senang dan membelinya,” kata Yosua Berlian, Managing Director Puang Coffee kepada¬†Tribunnews.com, Minggu (29/7/2018) siang.

Kopi ini baru saja dibuatnya tahun 2018 karena Yosua melihat peluang dan potensi pasar kopi sangat besar di dunia.

“Kami baru pulang dari Hong Kong dan kini negara luar kedua adalah Jepang. Ternyata cukup berhasil ditanggapi pasar dan warga Jepang yang kami tahu sangat suka kopi,” tambahnya.

Bagaimana awalnya bisa berbisnis kopi?

“Kami tahu manusia di mana pun pasti banyak yang suka kopi dan kita punya produk kopi yang sangat besar di Indonesia dan juga sangat enak. Mengapa tidak lari ke bisnis kopi saja karena potensi bisnisnya besar. Itu saja pemikiran saya,” ungkapnya.

Lalu apa yang banyak dibeli orang Jepang dari tiga macam kopi yang ditawarkan di sini?

“Kayaknya yang banyak terjual dengan aroma cokelat brownies, Nutty, Floral,” ungkapnya.

Semua kopi yang dibuatnya dari kopi Toraja dengan kualitas tinggi.

“Jangan minum kopi Toraja abal-abal yang kualitasnya rendah bahkan bisa sakit perut. Kita menjual yang berkualitas terbaik bahkan dengan cita rasa saat ini banyak disukai lidah orang Jepang. Syukurlah banyak laku terjual di sini,” kata dia.

Satu bungkus kopi Toraja yang dibuatnya dijual masing-masing dengan berat 200 gram dengan harga ada yang 2000 yen per bungkus, ada yang 1500 yen dan ada yang 1000 yen per bungkus.

“Untuk masa depan kita tentu akan berusaha memasarkannya di Jepang karena tampaknya cukup banyak diterima warga Jepang dari penjualan yang sukses kali ini,” tambahnya.

“Saya penasaran karena pakingnya bagus profesional dan desain produk pakingnya juga bagus. Lalu dicium sedikit bau kopinya juga sedap, jadi penasaran saya coba beli satu bungkus,” kata salah seorang warga Jepang yang membeli kopi tersebut, Takayama.

Takayama berharap kualitas dan kontrol kopi ini bisa dijaga selalu sehingga dengan demikian dia yakin kopi ini bisa masuk pasar Jepang dengan baik.

source: Tribun