Orang Inggris pertama yang datang ke Amerika adalah John Cabot pada 1497. Sebenarnya, dia mencari cara untuk sampai ke Hindia Belanda atau Nusantara Indonesia dengan berlayar ke barat. Cabot mengklaim sebagian besar pantai timur Amerika Utara untuk Inggris. Orang Inggris pertama yang datang ke Benua baru tersebut mayoritas para pedagang dan pengusaha; Namun, pemerintah Spanyol tidak suka ini. Mereka hanya menginginkan Spanyol untuk berdagang dan menguasai benua Amerika tersebut.

Sir Francis Drake, seorang kapten laut Inggris, sering berdagang dengan orang Spanyol. Pada 1582 kapalnya karam dan tenggelam di sebuah pelabuhan di Amerika Spanyol. Sebagian besar kru dan anak buah Drake tewas dalam serangan ini. Drake mengumpulkan kru baru di Inggris dan mulai membajak kapal harta Spanyol. Dia juga menyerang permukiman Spanyol di Amerika.

Pelaut Inggris lainnya bergabung dengan Drake dalam misinya. Pemerintah Inggris tidak menghentikan kapal-kapal itu dari pembajakan karena mereka pikir orang-orang Spanyol terlalu kuat di Amerika. Spanyol menjadi marah dan mengumpulkan armada kapal yang disebut Armada Spanyol untuk menghentikan para perompak.

Armada Spanyol merencanakan serangan ke Inggris. Karena badai yang meniup sebagian besar kapal Spanyol tentu saja, Inggris mengalahkan Armada. Ini membuat koloni Inggris aman bagi penjajah Inggris.

Sementara orang Prancis datang ke Amerika untuk menjelajah dan orang-orang Spanyol datang mencari harta karun, bahasa Inggris datang karena berbagai alasan.

Pada masalalu Belanda juga memperebutkan pengaruh di benua baru tersebut. Akan tetapi orang belanda pada masa itu tidak memiliki pemimpin yang penduduk koloni yang cerdik, sehingga belanda pun hanya berpengaruh kecil di Amerika jika dibandingkan dengan inggris, perancis maupun spanyol.

Beberapa orang Inggris datang ke Amerika untuk memiliki kesempatan mempraktekkan agama pilihan mereka. Beberapa orang religius datang ke Amerika untuk membawa iman Kristen mereka kepada penduduk asli Amerika.

Pemerintah melalui Hakim pengadilan di Inggris juga dengan cerdiknya mengirim beberapa orang narapidana ke Amerika untuk kerja paksa daripada menempatkan mereka di penjara Inggris. Pengusaha datang ke Amerika untuk membeli produk-produk seperti tembakau dan bulu dari para kolonis.

Petani datang ke Amerika untuk mendapat kesempatan menjadi pemilik tanah.

Setiap orang inggris yang merantau pada masa lalu memiliki harapan yang sama yaitu ingin memperoleh hidup yang lebih baik dari negeri asalnya. Selama beratus-ratus tahun kemudian keturunan inggris ini banyak yang telah berasimilasi dan bersosialisasi dengan beragam suku bangsa lain di Amerika serikat sehingga lahirlah variasi pelafalan dan penulisan English American.