Sementara SF berperan sebagai penjaga pintu sekaligus meminta retribusi biaya masuk ke kawasan Pantai kepada pengunjung.

Sedangkan, MM bertugas sebagai tukang parkir.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan 2 buah tas dengan uang sebesar Rp 3.840.000.

Untuk kelanjutannya, kata Kapolsek, empat pelaku pagi ini akan kita bawa ke Polda Kepri.

“Nanti kasus ini akan di ekspos disana, Polda langsung yang ekspose,” ucapnya.

Polda Kepri menggelar ekspose kasus pungutan liar di kawasan wisata pantai Tanjung Pinggir di media center, Polda Kepri, Sekupang, Kamis (2/1/2020).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Arie Dharmanto mengatakan, kejadian terungkap saat adanya laporan masyarakat yang resah atas aksi para pelaku yang meminta uang masuk sebesar Rp 20.000,- per orang.

Namun, saat akan masuk kawasan Pantai Tanjung Pinggir, mereka tidak diberikan tiket ataupun tanda masuk lainnya.

Menanggapi laporan tersebut, Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri bergerak menuju Kawasan Wisata Tanjung Pinggir dan melakukan penyamaran sebagai pengunjung yang ingin memasuki kawasan Pantai tersebut.

“Dan hasil pungli tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi para pelaku,” kata Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Keempat pelaku beserta barang bukti dibawa Ke Polsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolsek Sekupang, AKP Ulil Rahim, Kamis (2/1/2020) mengatakan, 4 pelaku telah menjalani pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, keempat pelaku memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

Pelaku berinisial OW berperan sebagai kordinator lapangan dan RI berperan sebagai penjaga pintu masuk yang bertugas meminta retribusi biaya masuk ke kawasan Pantai kepada pengunjung.

Sementara SF berperan sebagai penjaga pintu sekaligus meminta retribusi biaya masuk ke kawasan Pantai kepada pengunjung.

Sedangkan, MM bertugas sebagai tukang parkir.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan 2 buah tas dengan uang sebesar Rp 3.840.000.

Untuk kelanjutannya, kata Kapolsek, empat pelaku pagi ini akan kita bawa ke Polda Kepri.

Nanti kasus ini akan di ekspos disana, Polda langsung yang ekspose,” ucapnya.

Menyikapi aksi pungutan liar (pungli) di Pantai Tanjung Pinggir Sekupang, Kota Batam, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Kombes Pol Arie Darmanto menyebut hal ini telah menjadi rutinitas atau kebiasaan para pelaku.

Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers pengungkapan kasus yang menjerat empat orang tersangka ini, Kamis (2/1/2020) siang.

“Sejauh ini masih kami lakukan pengembangan terkait kasus. Yang jelas, ini digunakan oleh kepentingan kelompok mereka,” ungkapnya.

Terkait pungli sendiri, Kepolisian Daerah (Polda) Kepri sendiri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Salah satunya uang sejumlah Rp 3,8 juta.

Menurut Kabid Humas Polda Kepri, Harry Goldenhardt uang itu pun dipastikan tidak masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.

“Ini akan disesuaikan dengan aturan kepariwisataan dan akan dilapis dengan pasal 368 KUH Pidana ancaman lima tahun penjara. Sebab adanya unsur pemaksaan dan pemerasan,” tegasnya.

Sourve:tribun

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here